Kamis, 07 April 2011

peluang pertanian organik indonesia

Prospek Pertanian Organik Indonesia

Luas lahan yang tersedia untuk pertanian organik di Indonesia sangat besar. Dari 75,5 juta ha lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian, baru sekitar 25,7 juta ha yang telah diolah untuk sawah dan perkebunan (BPS, 2000). Pertanian organik menuntut agar lahan yang digunakan tidak atau belum tercemar oleh bahan kimia dan mempunyai aksesibilitas yang baik. Kualitas dan luasan menjadi pertimbangan dalam pemilihan lahan. Lahan yang belum tercemar adalah lahan yang belum diusahakan, tetapi secara umum lahan demikian kurang subur. Lahan yang subur umumnya telah diusahakan secara intensif dengan menggunakan bahan pupuk dan pestisida kimia. Menggunakan lahan seperti ini memerlukan masa konversi cukup lama, yaitu sekitar 2 tahun.

Sehingga kalau kita melihat data luas lahan pertanian indonesia tsb diatas, ini menunjukkan angka yang sangat Fantastis untuk mengambil peran dalam dunia Pertanian Organik khususnya menjadi Agen atau distributor Pupuk Organik, karena pemerintah indonesia mulai mengambil langkah tepat untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia oleh petani indonesia dengan cara mengurangi subsidi pupuk kimia yang selama ini digunakan petani kita dalam meningkatkan hasil, akan tetapi pemakaian pupuk kimia dalam kurun waktu lama akan menurunkan tingkat kesuburan tanah sampai diambang kerusakkan ekosistem tanah.
Nah ! Ini merupakan momentum yang sangat tepat dengan program pemerintah yang secara serius mulai menghimbau kepada para petani Indonesia untuk mulai memperhatikan tingkat kesuburan tanah untuk jangka panjang dengan menggunakan pupuk organik guna meninggkatkan hasil pertanian dengan orientasi komiditi export non migas bisa ditingkatkan khususnya Agribisnis.
Karena selama ini ada beberapa item produk pertanian indonesia yang tidak mampu menembus pasar internasional disebabkan tingginya akan kandungan residu kimia yang terserap oleh tanaman sehingga sangat berbahaya bagi manusia, padahal pangsa pasar internasional sangat terbuka lebar untuk produk2 pertanian indonesia. karena letak Geografis indonesia 70% mengandalkan produk pertanian, maka ini merupakan Peluang yang sangat besar bagi rakyat indonesia untuk mengambil peluang ini.
Sehingga pupuk organik yang Berkwalitas tinggi sangat berperan dan ditunggu petani untuk menyikapi program pemerintah go organik tahun 2010 ini dengan serius, karena suka atau tidak suka jika pupuk kimia sudah mulai langka dan sangat mahal yang disebabkan subsidi pupuk kimia dari pemerintah lambat laun akan dicabut 100% , maka petani kita akan melirik pupuk organik sebagai alternatif untuk menghemat biaya produksi dan diharapkan bisa menaikkan hasil

Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional walaupun secara bertahap. Hal ini karena berbagai keunggulan komparatif antara lain :
1) masih banyak sumberdaya lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian organik.
2) teknologi untuk mendukung pertanian organik sudah cukup tersedia seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida hayati dan lain-lain. Pengembangan selanjutnya pertanian organik di Indonesia harus ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar global. Oleh sebab itu komoditas-komoditas eksotik seperti sayuran dan perkebunan seperti kopi dan teh yang memiliki potensi ekspor cukup cerah perlu segera dikembangkan. Produk kopi misalnya, Indonesia merupakan pengekspor terbesar kedua setelah Brasil, tetapi di pasar internasional kopi Indonesia tidak memiliki merek dagang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar